Bogor - Pura Jagatkarta di Kaki Gunung Salak dan Misteri Harta Karun

Akhirnya penasaranku terjawab, menjejakkan kaki di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Taman Sari dan terkuaklah Misteri Harta Karun di kaki Gunung Salak.

Parahyangan berarti tempat para Hyang / Widhi, Agung berarti besar, mulia. Jagat berarti bumi, Karta berarti lahir,muncul. Tamansari berarti tempat yang indah, yang juga dijadikan nama Kecamatan dimana pura ini berada.

Pura Agung Parahyangan Jagatkarta Taman Sari
Bangunan Utama, Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Taman Sari
Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Taman Sari
Makna keseluruhan adalah tempat yang indah, mulia, suci sebagai istana Tuhan Yang Maha Agung (Hindu). Sering disebut dengan "Pura Jagatkarta" saja ini terletak di kaki Gunung Salak, Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Bagi masyarakat Hindu Bali, pura ini adalah tempat yang disucikan, sebagai tempat sembahyang umat Hindu. Tahun 1995 dimulai pembangunan sebuah candi yang diyakini sebagai petilasan Prabu Siliwangi, sebagai penghormatan kepada leluhur tanah Sunda.

Prabu Siliwangi dengan sesantinya "Tata Tentram Kerta Raharja" telah membawa jaman keemasan bagi masa kerajaan Pajajaran, kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan, tahun 1482-1521 yang kemudian dilanjutkan oleh puteranya yaitu Raja Surawisesa 1521-1535. Keterangan ini tertulis di Prasasti Batutulis di Bogor.


Liku Perjalanan

Saat itu saya bersama rombongan dari pulau Bali. Dari Bogor memasuki kecamatan Tamansari jalannya tidaklah begitu lebar, saat itu sedang ada perbaikan sehingga harus bersabar ngantri apalagi di jam siang saat pulang sekolah, kamipun sempat kejebak macet. Lalu belok kanan, ikuti terus jalannya yang agak berkelok, menanjak, dengan kanan kirinya lembah cukup curam. Bus yang kami tumpangi memeras tenaganya saat jalan menanjak.

Saya focus duduk di depan, pasang penglihatan melihat tanda (papan penunjuk arah) yang jika kelewat akan membuat sopir bus kerepotan berbalik arah secara jalannya pas-pasan untuk ukuran bus. Begitu papan penunjuk terlihat, saya beritahukan ke pak sopir untuk berbelok ke kiri, lanjut dengan jalan yang lebih menanjak, dengan kondisi beberapa lubang, berbatu.

Pak sopir yang baru pertama kali ke sini, terlihat sedikit kerepotan mengendalikan busnya namun baiknya beliau tetap tenang dengan wajah yang selalu ceria. Ini sangat membantu situasi di saat beberapa penumpang terlihat gelisah, beberapa kali menanyakan berapa jauh lagi sampai ke lokasi … yang saya jawab bahwa tinggal sebentar lagi, paling juga 1-2 km lagi.

Terlihat ibu yang khawatir .. apalagi saat kenek turun tergopoh- gopoh mencari batu besar untuk mengganjal roda bus yang terhenti sejenak lantaran bus nggak kuat nanjak.
Ini pula yang saya informasikan kepada pihak pemesan bus, beberapa hari sebelum keberangkatan rombongan, supaya dipersiapkan bus yang siap dengan medan yang akan ditempuh.

Dalam hati agak kesal juga siiiyy saat kenek turun lari cari batu pengganjal roda bus, eeehhh bukannya mestinya disiapkan pengganjal yang siap pakai! 

Saat udah santai hal ini saya ulangi sampaikan lagi ke pak sopir bahwa kesiapan bus sangatlah penting, ingat nanti kembali dengan jalan yang sama … menurun tajam, siapin ganjal roda biar nanti gak cari2 batu di jalan, 

lah kalo pas saat itu gak nemu batu pengganjal .. gimana coba … ?! 
bisa2 meluncur bebaaas …!

Menjelang sampai di Pura, bus berhenti sejenak, tepat di dekat sebuah (menyerupai) tugu di pinggir jalan dengan sesajian. Beberapa tamu turun untuk mengadakan "doa" di depan tugu tersebut.

Alahmdulilah ... Sesampai di Pura segera para tamu (umat Hindu) berkemas mensucikan diri dan berpakaian adat Hindu Bali, kemudian mengadakan sembahyangan. Bunga sesaji yang dironce dengan indahnya menambah semarak dan harum suasana pura. Sesudahnya acara makan malam bersama, santai sejenak. Kemudian dilanjutkan dengan 'mekemit' di Pura, yaitu melakukan "doa" semalaman, menginap. 

Mengapa disebut Gunung Salak?

Gunung Salak terletak di antara Sukabumi dan Bogor. Namun pengelolaannya dibawah Perum Perhutani KPH Bogor. Gunung Salak mempunyai 3 puncak yaitu Puncak Salak 1 dengan ketinggian sekitar 2.211 m dpl, Puncak Salak 2 sekitar 2.180 m dpl dan Puncak ke-3 yaitu Puncak Sumbul sekitar 1.926 m dpl.

Udah ngeh ? Yaituuu puncak gunung terlihat 3 gundukan menyerupai dompolan buah salak yang jika dikupas kulit luarnya nampak gundukan siungan buah salak .. gituuuuuu.

Saya berbincang-bincang dengan Bapak Pateng, salah satu yang saya anggap sebagai "kuncen" yang biasa sebagai penerima tamu. sambil membantu beliau menyiapkan makan malam.

Ini dia menu khas Bali yang sangat menggoda rasa :
Ayam bumbu Bali, Ikan Kembung goreng bumbu Bali,
Sambal Sereh, Sambal goreng teri dan kacang, Kuah bumbu Bali, aneka buah ...

Passs sekali di lidah, terasa hangat di badan, terutama sambal Serehnya ... aaawww suegerrrr banget...apalagi malam yang dingin di kaki gunung Salak dengan suhu sekitar 15 derajat Celcius.

Misteri Harta Karun Emas Murni Batangan.
Sementara saya yang tidak ikut "ritual doa" lanjut ngobrol dengan Pak Pateng, sambil sesekali menyeruput minuman hangat pengusir dinginnya malam di kaki gunung Salak. Obrolan makin membuatku tertarik  saat topic obrolan tetang Misteri Harta Karun Emas Murni Batangan.

Misteri Harta Karun

Hampir semua tempat seperti gunung, laut, hutan di Indonesia memiliki misteri cerita. Semakin sedap bumbunya maka semakin masyhur kisahnya. Pernah dengar misteri harta karun di gunung Salak ini?

Katanya baheula Belanda sebelum meninggalkan tanah sunda vs Jepang yang datang,  sengaja menyimpan harta karunnya berupa emas batangan di sini di sekitar kaki Gunung Salak.. Waktu itu Belanda pergi datanglah penjajah Jepang. Pikirnya nanti kalo Belanda kembali lagi ke Indonesia, kan bisa diambil lagi tuh harta karunnya. E pek the Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Jadilah desas-desus simpanan harta karun menjadi sas-sus yang sempat bikin geger warga hingga warga pun bersemangat menggali harta karun. Akibatnya ludes tuh tembok2 batas bangunan Belanda yang katanya dijadikan "tanda" di sekitar situlah tersimpannya harta karun.

Lelaaaahhhh … harta karun tak kunjung ketemu. Hingga kabar burung tentang misteri harta karun lenyaaaap dengan sendirinya ditelan masa.

Jadilah desas-desus simpanan harta karun menjadi sas-sus yang sempat bikin geger warga hingga warga pun bersemangat menggali harta karun. Akibatnya ludes tuh tembok2 batas bangunan Belanda yang katanya dijadikan "tanda" di sekitar situlah tersimpannya harta karun.

Lelaaaahhhh … harta karun tak kunjung ketemu. Hingga kabar burung tentang misteri harta karun lenyaaaap dengan sendirinya ditelan masa.

Roncean Bunga Sesaji untuk sembahyangan
Misteri Harta Karun Peninggalan Presiden Soekarno.

Saya masih simpan video yang mengkisahkan adanya harta karun yang katanya peninggalan dari presiden Soekarno. Yang (lagi2 katanya) hanya bisa digali/ditemukan oleh orang2 tertentu saja yang cukup "ilmunya'. Itu harta katanya dilindungi oleh kekuatan Nyi Roro Kidul. Amanat disampaikan hanya kepada orang-orang yang dipercaya saja, tertanggal 12 November 2009, malam Jumat Kliwon.

Weisss .. mbuh ngaraaang apa lagi. Suara laki-laki di video yang diberi judul "Amanat Syeikh Haji Mr. Soekarno"  hanya terdengar suaranya saja, sepintas agak mirip suara Bung Karno. Kabarnya pemilik suara tersebut  "mengaku reinkarnasi / penjelmaan Soekarno" akhirnya berurusan dengan polisi (hukum). 

Cerita tentang Misteri Harta Karun tak luput saya tanyakan ke sesepuh di Pura.
 Kata beliau hingga kini tidak ditemukan apapun.

Misteri Sebuah Guci Dalam Tanah

Nah kalau cerita ini, saya baru dapatkan dari beliau saat itu …
Wah tak kalah seru nih … 
sambil nyeruput minum panas sayapun makin serius menyimak.

Jadi dulu waktu awal pembangunan pura …lanjut beliau. Ditemukan sebuah guci yang tertanam di dalam tanah. Beberapa orang mencoba untuk mengambilnya … tidak berhasil ! Hingga seorang sesepuh membacakan "mantera" … 

... barulah guci dapat diambilnya.
Umat Hindhu Bali dengan pakaian khusus siap melakukan "doa".
Latar belakang Pura dan Gunung Salak.
Jangan Punya Pikiran Jahat/buruk/kotor

Lalu juga … jangan deh punya pikiran "kotor, buruk, jahat" saat datang ke pura. Pernah kejadian ada pengunjung yang "kesurupan". Setelah dijampi-jampi lalu sadar .. dia mengaku, bertaubat atas niat jeleknya yaitu "ingin cepat kaya" dengan cara2 tidak benar.

Penting juga nih 

Yang ini dari penulis : Karena di sekitar pura tidak ada rumah makan, maka jika Anda berkunjung terutama rombongan, perlu dipesan jauh hari cateringnya, makan pagi, siang atau malam, sekaliyan pilih menunya yang tersedia. Pesannya ke siapa? 

Saya dulu pesan ke Pak Pateng, beliau mempersiapkannya lalu dihidangkan buffet di lokasi Pura, ada saung/bangunan yang dapat digunakan untuk bersantap bersama.

Bisa juga ke bu Agung, dekat Pura, sekitar kurang dari 1 km. Rumah beliau yang juga dijadikan tempat tamu bersantap makan, sangat mudah dikenali. Jika dari arah bawah menuju Pura, ada di sebelah kanan. Bangunan rumah Tinggi, tingkat dengan design rumah khas gaya Bali, penuh ornament ukiran. Tempatnya sangat asri, luas, ada taman dan halaman lapang. Keren buat foto2. Nikmat bersantap sambil memandang area luas terhampar pegunungan.

Di lokasi terdapat 2 Pura tempat sembahyangan. Begitu kita masuk lokasi, biasanya akan ada yang menawarkan tempat Pura yang mana yang akan dikunjungi. Supaya tidak bingung, sebaiknya dari awal rombongan sudah menentukannya.

Bagi tamu yang ingin menginap di tempat penginapan, dapat menuju ke kampung Curug Nangka sekitar 1 km dari Pura. Kawasan ini adalah tempat rekreasi dengan Curug yang sangat indah. Tidak banyak tempat penginapan tersedia di sini, setelah nanya sana sini, ada siiihhh...sederhana, tapi lumayan jauh. Atau tanya saja ke pak Pateng.
umat Hindhu sedang melakukan doa
Selang beberapa hari saya dapat telpon dari nomor yang masih saya hapal … ada apa lagi ni orang nelpon …penasaran.

"hallooo mbak Lady …, masih inget saya tidak?" Suaranya yg ceriaaaa.
"Mbak ini bus yang kita pakai ke Pura (Gunung Salak) mau dijual. Dibeli mbak aja, nanti saya tetep kerja jadi sopirnya yaaaa … serius ini mbak …!"

"yaaa ingat lah sama bapak yang "kocak", ya nanti kalau ada yang minat saya kabarin yaaa …"  jawabku. 

Bus yang bikin jantung mau copot...nggak bakal lupa !

Terimakasih sudah berkunjung kawan .. salaaaam :)

Siap-siap kecewaaa karena tak dapat menggali bongkahan harta karun .. !

Note :
#semua foto adalah dokumen pribadi Penulis.
#Cerita tentang Misteri Harta Karun dalam artikel ini, tidak ada hubungannya dengan Kegiatan Doa Umat Hindhu.


ARTIKEL TERKAIT



21 comments

ahhh gagal fokus saya bunda..
gak ngeliat lokasi tempatnya di Bogor.
saya kira pura di Bali. hee

hihi dek Rohma :) nuansanya seperti di Bali yah.

Ayo mbak kesana lagi cari harta karunnya ?? :D Hahaha
Sama seperti diatas ane kira itu di Bali, karena mirip sih..

Kalo mau cari harta karun itu bawa peta mba
Mw kemana kita??
Nyari harta karuuuun
Hmmm kemanakah kita?
Tanyakan peta tanyakan peta
.
Itu pengunjungnya kesurupan siapa mba?

Jalannya berarti terjal juga ya untuk sampai ke sana. Saya juga penasaran ke sini tapi belum kesampaian juga Mbak. Pas asyik lagi ada yang sembahyang kayak itu yak, jadi fotonya keren. asal jangan mengganggu yang ibadah boleh kali ya mbak foto2. saya suka ngga enak kalau mau ambil foto2 kyk gitu padahal cakep.

Saya jengkel juga waktu baca keneknya nyari batu pengganjal, hahh? harusnyakan sudah disiapkan sejak semula ya mbak Lady. Wah, kalau saya ada disana pasti jantung mau copot ni mbak.

Cerita harta karunnya seru juga ya, ada reinkarnasi Bung Karno, hehe. Tapi saya suka melihat pemandangannya yang indah dan sejuk dengan latar belakang pegunungan :)

hayuuuk siyaaapkan "karung" wadah harta "karun" :)
Beberapa ornamen didatangkan langsung dari Bali.

Mbak liat pura seperti itu berasa di bali ya padahal mah ada di bogor hihihi.

yaaa tanyakan peta .. ! kk Niki emang cerdas :-d
ini malah pada bawa karung :p

lain kali pakai GPS ..lah !

saat kesurupan ditanya, namanya "Jurig Leuweung" .. begitu pengakuannya.

Jalan aspal tidak begitu lebar but okey,
jalan sekitar lokasi sekitar 1 km nanjak, tidak rata beberapa berlubang, hingga kerikil dan batu berserakan.

Tiap kali mau moto, minta ijin dulu mbak ...
Yuk kapan mbak Levina ke siniiii ... terimakasih.

Hihihi geregetan =D mayan sport jantung mbak !

Cerita reinkarnasi itu mah pembodohan banget.
dan ada, tidak sedikit yg terkorbankan.

View di kaki Gn Salak indah cuaca sejuk amat.
Terimakasih mbak Anjar :-d

yoiiii sayang ...
banyak perlengkapan sengaja didatangkan dari Bali.

Wah kalau pura yang di bogor saya pernah dengan namun saya belum pernah coba datang kesana karena saya belum tahu pasti lokasinya, tapi keren ada pura di bogor dan kalau dilihat sih suasananya sama seperti dibali.

Belum pernah kesini :(

Suasana seperti di Bali, Kang Nurul. Suejuuk banget di kaki gunung Salak.
Kalau mau ke sana kabarin yaaa :D terimakasi Kang.

mayan mas Zen nikmati dulu ceritanya yaaa :) terimakasih sudah berkunjung.

Salam kenal mbak Lady,
Apa boleh saya mendapatkan nomor WA mbak Lady? Ada yang ingin saya tanyakan?
Ini alamat email saya: amirarachim@gmail.com
Terima kasih ya? Urgent.

terimakasih, salam kenal kembali mba Nia,
boleh silakan,.. sdh terkirim. cek inbox ya.

Hi Salam Kenal mbak Lady,

Mbak Boleh info untuk no kontak Pemangku di Pura tersebut Pura Jagatkarta dan ibu atau warung yang bias membantu untuk memesan makanan dan mungkin. ?
atau boleh di email ke ; dav.tambo@gmail.com
ASAP.

Terima Kasih mbak Lady,

David Suprayogi

Hi terimakasih sudah berkunjung mas David.
Silakan cek inbox , email sent already.

Komentar baik Anda menambah semarak blog ini. Barakallahu fiikum.

Copyright © * Mysweet Ladyluck. All rights reserved.