Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Museum Konerensi Asia Afrika Bandung dikenal juga dengan GEDUNG MERDEKA.

Konferensi Asia Afrika adalah konferensi tingkat tinggi antar negara-negara di Asia-Afrika, yang saat itu kebanyakan baru saja merdeka. 

GONG besar dipukul sebagai tanda dimulainya Konferensi Asia Afrika

Konferensi ini diselenggarakan oleh :
1. Indonesia 2 Myanmar (Burma) 3, Srilanka 4. India 5. Pakistan

Patut berbangga ... !

sebagai negara RI yang saat itu baru saja merdeka, sudah diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan sebuah konferensi tingkat Asia Pasific. Ini adalah ide cerdas & tepat dari seorang proklamator, pemimpin besar RI, Bp Soekarno yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI yang I (pertama). 


Halaman gedung KAA

HOW TO GET

Berada di tengah kota yaitu di Jalan protokol Asia Afrika. Dapat dicapai dengan kendaraan umum angkot maupun bus kota. Dari sini kita dapat berjalan kaki menikmati pusat kota Bandung antara lain :
a. ALUN-ALUN. Hanya berjarak 200 meter-an dari Gedung KAA asyik berjalan kaki. Lapangan rumput alun-alun yang tertata rapi dan tata taman yang modern membuat kita nyaman bersantai maupun berfoto.

b. MESJID AGUNG. Tepat berada di area alun-alun terdapat mesjid bersejarah dengan menaranya yang kita dapat menaikinya menggunakan lift. Dari ketinggian menara mesjid kita dapat sejauh-jauh memandang keindahan Kota Bandung.


c. PUSAT BELANJA. Di sekitaran alun-alun terdapat pusat belanja yang sangat terkenal di Bandung. Komplek pertokoan modern, Departement Store. Bandung terkenal dengan para designer yang menghasilkan karya-karya keren : fashion, tas, sepatu, asesori dll.

e. PASAR MURAH SEPATU & TAS. Terdapat pasar murah yang cukup ramai dan diminati pengunjung, menjual aneka tas, sepatu, asesori dengan harga yang sangaaat terjangkau. Namun tidak kalah design nya dengan kalangan elite. Ada 2 tempat yaitu satu di dekat Yogya Departement Store, yang 1 nya di Jalan Dalem Kaum yang terkenal dengan PASAR KEMBANG. Pasarnya berupa jalan lorong dipenuhi dengan produk lokal yang sangat menarik. Siyap siyap bersenggolan dengan pengunjung lainnya karena memang area berupa lorong jalan.






Foto Presiden RI - I
Soekarno, sebagai
pencetus gagasan
konferensi Asia Afrika.





Tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yaitu di Bandung, Indonesia, pada bulan April 1955 di gedung Merdeka, jalan Asia Afrika Bandung. Diikuti oleh 29 negara sebagai perwakilan lebih dari setengah total jumlah penduduk dunia saat itu. Menghasilkan 10 prinsip ( dasa sila Bandung ) yang intinya adalah dukungan bagi kemerdekaan dan kerjasama dunia. Konferensi ini akhirnya melahirkan gerakan Non Blok pada tahun 1961.


ruang konferensi asia afrika
Ruang Konferensi
Ruangan Konferensi.Keramik masih terjaga aseli didatangkan dari Italy. Juga kursinya masih aseli
yang digunakan para presiden negara2 peserta konferensi, tahun 1955.

Read More »

Taman Fatahillah Oud Batavia Dan Penjara Bawah Tanah

Simpan gambar dulu.

Museum Fatahillah .. dulunya Balaikota

Penjara Bawah Tanah

Replika Hukuman Gantung yang diterapkan Pemerintah Belanda



Meriam peninggalan jaman Belanda

Sewa sepeda keliling Taman Fatahillah ... gowes asyeeekk !

Read More »

Old Batavia - JEMBATAN KOTA INTAN

Kita Piknik .. yuk !

Sesampai di hotel Batavia, Jakarta...
Agak repot untuk menurunkan barang2 dari bagasi bus. Kudu hati-hati dengan kendaraan lain yang lewat. Posisi hotel yang tepat di depan jalan, tanpa tempat yang cukup / halaman untuk parkir kendaraan besar sebentar sekedar menurunkan tamu dan bagasi  Yaaa tidak ada tempat parkir, jadi mobil berhenti di depan pintu hotel, di pingir jalan.

Sabar … sambil menebar seluas-luas mata memandang view sekitar hotel. Nampak sebuah "objek" yang menarik perhatianku. Hmm .. nanti lah saatnya saya sambangi .. penasaran !

hotel batavia

Menginap di Batavia Hotel Bisa Wisata Gratis Old Batavia

yesss besok paginya uput-uput sebelum menyantap breakfast saya sempatkan menuju "objek" tersebut . Ternyata tidak jauh dari hotel, hanya sedikit melemaskan kaki berjalan. Menyusuri sungai di tengah kota, sampailah pada sebuah bangunan tua yang eksotik.

Sebuah Jembatah Kayu ... !

Jembatan yang tepatnya berada di jalan Kali Besar Barat, kelurahan Roamalaka, kecamatan Tambora, Jakarta (tidak jauh dari kawasan Kota Tua, Taman Fatahillah, dekat dengan stasiun kereta Beos / stasiun Kota) ini terbuat dari kayu, dibuat tahun 1628.

Saat itu bernama "engelse brug" atau "jembatan Inggris" dikarenakan fungsinya sebagai penghubung benteng Belanda VOC dengan Inggris (IEC) yang letaknya masing-masing terpisahkan oleh sungai Kali Besar.

Ahaaa inget di kampungku orang menyebut jembatan dengan kata "brug".

Brug rubuh (brug roboh). Iyaa masa ada brug "berdiri" haha.

jembatan kota intan jakarta

Jembatan ini pernah rusak karena penyerangan kerajaan Banten dan Mataram yang menyerang benteng Belanda lalu diganti baru dan berubah nama menjadi Jembatan Pasar Ayam, karena lokasinya yang dekat dengan 'pasar ayam'.

Pernah pula berganti nama menjadi "Jembatan Juliana Bernhard"
karena saat itu Ratu Yuliana masih menjabat sebagai Ratu Belanda.

Jembatan Kota Intan

Mungkin dulunya banyak ditemukan "intan" di sini (xixixi).

ooo ternyata bukan karena ituuu.

Fungsinya yang sangat fital, antara lain sebagai sarana transportasi bagi kapal-kapal dagang Belanda, maka jembatan ini dibangun kembali oleh Belanda dan berganti nama Jembatan Kota Intan.

karena letaknya yang dekat dengan Bastion Kastil Batavia yaitu Bastion Diamont (intan),
jadilah sampai sekarang namanya Jembatan Kota Intan.

jembatan kota intan

Uniknya jembatan ini dirancang menjadi jembatan gantung yang bisa diangkat supaya dapat dilalui oleh perahu dan mencegah terkena banjir ... jembatan jungkit gituuuuu.

Menginap di hotel Batavia bisa wisata gratisss Old Batavia. (Sebenarnya ini trik rahasia).
Lumayan lah buat olah raga pagi, hingga lapar terasa.

hotel batavia jakarta
Berlatar-belakang Hotel Batavia

Hayuk segera balik ke hotel .. saatnya breakfast !




Read More »

Old Batavia : RUMAH MERAH dan MUSEUM NASIONAL (museum GAJAH)

Hari Libur ikutan Lomba Jalan GRATIS dapet kaos Hijau berlogo Milo.
Sehabis jalan sehat mampr di booth Milo mendapat minuman susu Milo ..
suegerrrrnyaa ... penghilang dahaga.

Lanjut JJS jalan jalan santai ke spot-spot menarik lainnya.

RUMAH MERAH

Yaaa betul ... hampir semua bagiannya berwarna merah.

Gedung ini telah berusia lebih dari 3 abad. Dibngun tahun 1730 oleh Gustaff Baron van Immhoff, terletak di pinggir Kali Besar, tepatnya di Jalan Kali Besar Barat no 11, Jakarta Barat.




Gedung ini telah menjadi salah satu saksi bagi perjalanan sejarah kota Batavia. Diantaranya peristiwa suram pembantaian berdarah bangsa Belanda terhadap orang2 Tionghoa yang terjadi tahun 1740. Gedung ini juga pernah dijadikan sebagai Kampus Akademi Maritim ( Academiede Marine ).



MUSEUM NASIONAL ( Museum GAJAH )

Pada bangunan tampak depan terdapat PATUNG GAJAH.
Itulah maka orang mengenalnya dengan Museum Gajah.




Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 (dulu disebut Koningsplein West). Dirintis sejak tahun 1778, merupakan museum tertua dan terbesar di Indonesia.

Lebih dari 141.000 koleksi beragam dari seluruh
Nusantara dan negara tetangga seperti China, Vietnam, Thailand, Arab, Eropa. sejak jaman prasejarah, seperti keramik, tekstil, arca. Ada celengan dari tanah liat ( tempat menyimpan uang ) yang dibuat pada jaman Majapahit.



Tanahnya meliputi area yang kemudian di atasnya dibangun gedung Rechst Hogeschool atau "Sekolah Tinggi Hukum" (pernah dipakai untuk markas Kenpetai di masa pendudukan Jepang, dan sekarang Departemen Pertahanan dan Keamanan). Gedung museum ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1868.



Dinamakan juga sebagai "Gedung Gajah" atau "Museum Gajah" karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Kadang kala disebut juga "Gedung Arca" karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.





Read More »

VILLA ISOLA Bandung

VILLA ISOLA.

Merupakan salah satu 'icon' kota Bandung. Terletak di jalan Setiabudi Bandung. Sekarang bernama gedung Siliwangi, dijadikan rektorat UPI Universitas Pendidikan Indonesia.

Villa ISOLA
Dibangun tahun 1933, bergaya arsitektur Art Deco, oleh seorang arsitek Belanda bernama Schoemaker, saat Belanda masih berkuasa di bumi Indonesia.

Sudut bangunan melengkung membentuk seperempat lingkaran. Dengan latar belakang menghadap Gunung Tangkuban Parahu sebagai view-nya. Semua perabot kaca dan keramik diimport dari Paris, Perancis. Di saat Belanda colaps akibat eksploitasi perang di Indonesia, adalah seorang Willem Berrety, keturunan Italy Java, (seorang kongklomerat yang menguasai bisnis termasuk telegraph di Indonesia, terutama di Bandung dan Jakarta), justeru membangun 'VILLA ISOLA' ini dengan biaya milyaran rupiah, villa berlantai 3 ( special design, terlihat seperti berlantai 5) sebagai tempat pengasingan (ISOLATE, isolasi) beliau. Berrety menjalin cinta dengan seorang puteri Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu.

Lorong bawah tanah.
Kiprah di dunia bisnis dan politik Berety dianggap oleh Gubernur Jenderal sebagai ancaman, hingga direncanakan untuk "dilenyapkan".Maka disusunlah sebuah rencana.

to be continued :)
Read More »

Enam 6 Restoran Terkenal di Bandung

Assalamualaikum
hi dear, merasa belum terpuaskan menikmati KULINER di kota Bandung?
Berikut pengalaman saya memanjakan lidah di restoran di kota Bandung yang semoga dapat menambah referensi sahabat. Tengok dulu *kuliner apa saja yang sudah saya jelajahi, antara lain :
  1. BATAGOR KINGSLEY, Bandung
  2. KAMPUNG DAUN resto
  3. Kampung Legok
  4. RESTORAN di Bandung
  5. pusat KULINER di jalan Veteran Bandung

RESTORAN di BANDUNG
Beberapa restoran di Bandung
Penulis sering makan di sini.

diantaranya adalah :
Rumah Ikan 'Quail', Belacan, RM Sederhana (masakan Padang), Sindang Reret, Pak Chi Met, seafood HDL, Ampera, Bumbu Desa, Kampung Daun, Alas Daun, Sapu Lidi, Stone cafe, Sierra, the Peak, the Valley, Tekko, Sangkuriang, Praoe, Wibisana, Bancakan ... dan masih banyaaaak lagi lainnya, ok ok deh.

Saya baru sempat upload beberapa restoran nih sebagai berikut : (lainnya menyusul).


warung tekko bandung

 


 








restoran tekko bandung

1. TEKKO 

Terletak di Jalan Setiabudi Bandung Dari arah bawah menuju ke jalan Setiabudi atas, restaurant ini terletak di sebelah kanan jalan, setelah melewati Rumah Mode.Suasana interior dengan lampu lampu gantung dari bambu menambah asri. Terdiri dari 2 lantai. Di lantai atas kita dapat langsung merasakan semilir angin yang sejuk segaaarrr.

Menu favorit "ayam penyet".











TEKKO.
Suasana di dalam restaurant.

2. SANGKURIANG 
restaurant.


restoran sangkuriang bandung
Terletak di jalan Karangsari, masuk dari jalan Setiabudi, ke atas, pas pertigaan pom bensin, belok kiri.


 
soup ikan
menu favorit SOUP IKAN...mmm yummy

resto sangkuriang bandung
santaaaap...sambal lalap, gurame kecap, ayam asam manis, ca kangkung, ..dll
 

taman resto
Ruang makan dengan taman yang asri
SAUNG (ruangan dengan bangunan bambu) menambah asri.





3. PRAOE ... sea food resto.

restoran praoe bandung
PRAOE resto di malam hari makin semarak dengan gemerlapnya lampu.

Terletak di jalan Sumatera Bandung.
Sebuah perahu lengkap dengan pasirnya menyambut tamu yang datang, Resto ini mengedepankan rasa menu-menu andalannya 'seafood'. Porsinya wow..cukup mengenyangkan. Pengunjung juga bisa memesan ikan segar, dapat pilih sendiri di 'pasar ikan' di PRAOE restaurant.


aneka sambal
Aneka sambal tersedia .. puaaassss

Yang spesial ...wouw...tersedia free ambil sendiri ...aneka sambal " sambal uleg, sambal mangga, sambal dabu-dabu, sambal kecap.


Tersedia tempat berbelanja fresh fish
 
es campur
Aneka es campur...tinggal pilih...


4. NASI BANCAKAN 
restaurant.


nasi bancakan
Aneka masakan siap saji di resto BANCAKAN


restoran nasi bancakan
Terletak di jalan Trunojoyo Bandung.
Begitu kita masuk langsung mengingatkan kita ke jaman 'baheula' (dahulu) saat nenek kita menghidangkan makanan dengah perabot dari 'seng' baik piring maupun cangkir. Menunya .... hhhmmmm benar2 'nyunda pisan euy' ... para penikmat 'jengkol' di sinilah anda bisa

                                                  

 menikmatinya. ada juga 'peteuy' (pete), 'leunca' (sejenis terong2an berukuran kecil, dan aneka menu lainnya. Rasanyapun ..... uenaaaak tenan! Banyak artis mampir makan di sini, saya pernah ketemu Dewa Dewi (Republik Cinta).





                                                         

Yang ingin duduk santai sambil selonjor bisa pilih tempat lesehan. 




 


5. WIBISANA restaurant.



WIBISANA
restaurant
Terletak di Jalan Surya Sumantri. Dari tol Pasteur, keluar tol masuk Bandung, persis setelah keluar tol, merapat ke kiri, belok kiri masuk jalan kecil, lurus kurag lebih 200 meter, ada pertigaan, belok kiri, masuk jalan Surya Sumantri. 







restoran wibisana bandung
resto WIBISANA, lantai 2.


makan siang
Aneka hidangan resto WIBISANA

Restaurant Wibisana terdiri 2 lantai, bangunan 'saung' (dari bambu) khas Bandung, menambah asri. Aneka masakan sungguh menggugah selera... cap cay, ayam rica-rica, ayam lada hitam, soup, gurame bakar, gurame asam manis, ca kangkung, dll. 

Saya paling terkesan dengan "tahu" goreng keremes... rasanya guriiiihhhh banget kresss kresss gituuu. Tahunya yang imut jadi pengin nambah lagi...sepiring habis sendiri. Minumnya aku pilih es "kopyor"....aaawwww bikin merem melek dijamin....suegeerrr.


restoran lesehan
Tersedia tempat duduk lesehan.


6. BUMBU DESA 

MENU SUNDA TERSAJI DENGAN INTERIOR RESTO YANG MENGINGATKAN KEMBALI KEPADA ALAM PEDESAAN YANG SANGAT ASRI. 

Tempat yang nyaman menambah selera makan, bersih, terdengar sayup2 musik sunda, sungguh cozy. Yang ini terletak di Jalan Laswi, Bandung. Ada juga yang di Jalan Pasirkaliki, Bandung..









interior restoran
Hiasan pada dinding berupa guci dari tanah .... sungguh unik.


indonesia food
Aneka menu siap tersaji dalam tatanan tradisional style, menggunakan wadah bambu.



toilet
Wastafel dan toilet yang sangat bersih.

Sudah puas lidah dan perut kenyang .. energi recharge lagi ... Bandung memang terus saja menambah penasaran untuk di explore . yuk ngubek-ubek tempat belanja.... 

shooping lanjuuuuut klik di sini :





Read More »

PENJARA Presiden SOEKARNO

PENJARA Presiden Indonesia - I-Soekarno ini terletak di Banceuy, Bandung. Di sini lah Presiden RI ke-1, Soekarno pernah dipenjara mendekam selama 8 bulan (1929-1930). Penjara yang dibangun tahun 1877 pada masa Belanda, sangatlah sempit hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter.

Inilah SEL ruang tahanan Presiden SOEKARNO
Tampak sebuah bangunan tinggi, menara pengawas, dulu digunakan untuk mengawasi para tahanan di penjara tersebut. Sebuah batu hitam menandai tempat ini ... namun sayang ... tanpa ada keterangan apapun ...
Batu prasasti di sebelah ruang sel tahanan presiden Soekarno
Batu Prasasti ... lebih tepatnya *seonggok batu ... diam.. tanpa tulisan...


Menara Penjaga

Saya yakin orang yang melihatnya tak akan tahu bahwa itu adalah penjara tempat presiden Soekarno ditahan pada masa Belanda.... kelihatan tidak terawat .. bahkan terkesan luput dari perhatian ... sayapun harus menutup hidung karena bau 'pesing' yang menyengat ... duh...menyedihkan... berharap pemerintah kota Bandung atau pihak lain ada yang menaruh perhatian serius, karena tempat ini sangat bernilai sejarah. Di sekitar tempat ini sekarang dijadikan area bisnis, pertokoan yang cukup padat. Pusat perdagangan antara lain : lampu penerangan dan lampu hias, perlengkapan elektronik, perlengkapan rumah, pusat penjualan barang elektronik "seken, second" bekas.
Read More »
Copyright © 🌻Woro Nur. All rights reserved.