MONAS

monas jakarta MONAS.
Monas atau Monumen Nasional merupakan icon Kota Jakarta yang terletak di pusat kota. Merupakan bangunan yang menjulang tinggi, dengan 'lidah api' pada puncaknya, berlapis emas, seberat 45 kg. Di sini dapat dijadikan sebagai wisata pendidikan, taman berolah raga, rimbun dan asri.Saat saya tiba, Kawasan Monas dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan Festival Budaya Betawi. Para gadis cantik berpakaian khas adat betawi menyambut dengan ramahnya setiap pengunjung. Di panggung kesenian terlihat pengunjung memadati arena, show tarian betawi 'yapong', dll. Ada juga stand yang memamerkan cerita jagoan 'si Pitung'. Sekilas berita tentang festival budaya Betawi yang saya lihat dari televisi. Langsung saya berangkat ke Monas dengan naik 'bus way' (bus trans Jakarta) tiket Rp. 3.500. Sesampai disana ...jam 15.00 wib ..yeeaaahhh...festival sudah selesai.

Saatnya menikmati monas...
Dari tempat parkir menuju monas dengan berjalan kaki, lumayan ... sekitar 1 km. Tenaaang... sabar menanti hingga 'kereta shuttle' datang. Kendaraan ini disediakan oleh pengelola Monas untuk antar jemput pengunjung....gratiiissss. Memasuki pintu masuk ... melalui sebuah lorong di bawah tanah... lalu beli dulu tiket masuk seharga Rp. 3.000 (sekarang naik yaaaa...menjadi 5 ribu-an) untuk menuju ke bangunan 'cawan'. Di halaman luar terdapat relief yang menggambarkan perjalanan sejarah sejak zaman Majapahit. Puas berfoto di sini.... langsung menuju ke 'cawan', istilah bagian dari Monas yang berbentu seperti cawan, berupa ruangan luas, di sini terdapat diorama yang menngambarkan perjalanan sejarah Indonesia sejak zaman Belanda hingga Orde Baru.

Pada jam tertentu (jam 09.00 wib) akan terdengar pengumuman, bagi pengunjung supaya menuju ke ruang Proklamasi untuk mendengarkan pembacaan teks proklamasi aseli dari suara Bung Karno (Soekarno), Presiden RI yang I.

Puas berkeliling, ingin lanjut naik ke atas.... beli tiket lagi Rp.7.500 (sekarang naik menjadi 10 ribuan), untuk naik ke puncak Monas yang tingginya 132 meter....woooooowww. Sabar yaaa ngantriii..yaaa untuk naik ke puncak Monas harus antri untuk naik lift, dengan kapasitas 11 orang. ssueeerrrrrr...sampailah di ketinggian 132 meter....wouw....seluas mata memandang, tampak gedung2 pencakar langit kota Jakarta. Lama waktu di puncak Monas, dibatasi sekitar 20 menit-an...iyaaaa yang lain di bawah banyak yang antriii mau naik ke atas. Di puncak Monas terdapat teropong, dengan memasukkan uang koin Rp. 2.000,- maka teropong akan terbuka, dan kita dapat lebih jelas lagi melihat pemandangan di sekitar Monas.

Di sekitar lapangan Monas banyak yang berjualan makanan. Saya tertarik dengan makanan khas 'betawi' (sebutan suku aseli Jakarta) yaitu Kerak Telor yaitu makanan berbahan dasar beras ketan dan telor. Beras ketan (nasi ketan) dipanggang di anglo hingga berkerak. Lalu diberi topping saus kacang dan bumbu lainnya...rasanya guriiih sedap. Harganya sekitar 10-15 ribuan.


kerak telor jakarta
Kerak Telor. Makanan khas 'betawi'(Jakarta).

Bahan Kerak Telor...

Sejarah MONAS
Bermula dari ide Presiden RI I Sukarno untuk membuat icon sehingga menjadi sesuatu yang akan dikenang oleh siapa saja yang datang ke Jakarta, maka dibangunlah sebuah bangunan yang menjulang tinggi, oleh team arsitek Indonesia antara lain Frederik Silaban (yang juga mendesain bangunan megah Masjid Istiqlal Jakarta). Bangunan MONAS setinggi 132 meter, bagian yang menjulang tinggi berbentuk LINGGA (alu) mengandung filosofi 'laki-laki' yang bersifat aktif, sedangkan bagian bawah berbentuk YONI (lesung, cawan) mengandung makna 'perempuan' yang pendiam. Secara keseluruhan bangunan Monas berbentuk Lingga Yoni yang bermakna kesuburan.

Terdiri dari LIDAH API pada puncaknya yang dilapisi emas murni seberat 45 kg yang kemudian dilapis ulang untuk menahan diri dari korosi, sehingga sekarang menjadi 50 kg. Lidah Api melambangkan semangat bangsa Indonesia yang terus kerkobar tanpa henti.

PELATARAN PUNCAK : luas 11x11 meter. Disini pengunjung dapat menikmati pemandangan gedung gedung pencakarlangit yang ada di Jakarta. Untuk ke Pelataran Puncak digunakan lift, biaya rp. 7.500,-/orang. Lift ini dapat memuat 11 orang. Disini pengunjung juga dapat melihat lebih jelas lagi gedung pencakar langit antara lain : Wisma Antara, Kementerian BUMN, Mesjid Istiqlal, Gereja Kathedral, dengan menggunakan teropong yang tersedia di Pelataran Puncak, dengan memasukkan mata uang coin sebesar 2 coin @rp 1.000,- maka lensa teroppong akan membuka otomatis.

PELATARAN BAWAH (CAWAN) : tinggi pelataran atas (cawan) dari dasar Monas adalah 17 meter, luasnya 45 x 45 meter. Dari sini kita dapat memandang Taman Monas yang sangat indah, dengan pepohonan yang asri, dan patung Diponegoro.

RUANG PROKLAMASI : disini pengunjung dapat mendengarkan suara aseli Presiden RI- I Soekarno, membacakan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945. Teks berupa copy, ditempatkan di sebuah ruang kaca dengan ornamen di sekelilingnya berlapis emas murni. Di sini terdapat juga Lambang RI, yaitu burung 'Garuda" dengan ukuran sangat besar, menempel di salah satu dinding.

RUANG MUSEUM SEJARAH RI : tinggi ruangan ini dari dasar Monas adalah 8 meter. Di sini terdapat '''diorama' pada dinding yang menceritakan sejarah perjuangan RI dari masa Majapahit hingga Orde Baru. Masing-masing sisi dinding terdapat 12 diorama sehingga jumlah keseluruhan = 4 x 12 = 48 diorama.

Mengandung makna 17-8-45 yaitu hari proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

TIKET MASUK

Untuk memasuki area Taman Monas yang luasnya 80 hektar ini, pengunjung tidak dikenakan biaya. Untuk memasuki area Pelataran Bawah (Cawan) dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 3.000,-. Jika anda ingin naik ke Pelataran Puncak Monas, menggunakan lift, tiket seharaga Rp. 7.500,- . ENJOY JAKARTA aaaaaa .







ARTIKEL TERKAIT



Thank you for supporting & Positive's Comments l Barakallahu fiikum.

Copyright © 🌻Woro Nur. All rights reserved.