Seindah Cinta Ketika Berlabuh : Kisah Nyata

Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan.

Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya.

Akhirnya dengan pede-nya keberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman dengannku, dan cuma mengatakan,

“Maaf…” dan berlalu begitu saja meninggalkanku.

Betapa malunya aku terhadap teman-teman yang berada di sekitarku.

“Ini cewek kok jual mahal banget !” 

Padahal begitu banyak cewek yang justru berlomba-lomba mau jadi pacarku. Dia, mau kenalan saja tidak mau !” ujarku. 


Dari kejadian itu aku menjadi penasaran dengan gadis tersebut. Lalu aku mencari tahu tentangnya. Ternyata dia adalah anak tunggal sahabat rekan bisnis papa. Setiap ada acara pertemuan di rumah gadis itu, aku selalu ikut bersama papa.

Gadis itu bernama Nina, kuliah di Fakultas Kedokteran dan dia anak yang tidak suka berpesta, berfoya-foya, dan keluyuran seperti cewek kebanyakan di kalangan kami. Aku pun jarang melihatnya jika aku pergi ke rumahnya; dengan berbagai alasan yang kudengar dari pembantunya: sakitlah, lagi mengerjakan tugas, atau kecapaian. Pokoknya, dia tidak pernah mau keluar.

Hingga suatu hari aku dan papa sedang bertamu ke rumahnya. Pada saat itu, Nina baru saja pulang dengan busana muslimahnya yang rapi, terlihat turun dari mobil. Namun belum jauh melangkah dia pun terjatuh pingsan dan mukanya terlihat sangat pucat. Kami yang berada di ruang tamu bergegas keluar dan papanya pun menggendong ke kamar serta meminta tolong kami untuk menghubungi dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter, Nina harus dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya, aku datang ke rumah sakit bermaksud untuk menjenguknya. Betapa kagetnya aku ketika kutahu Nina terkena leukimia (kanker darah).

Aku bertanya, “Kenapa gadis selembut dan sesopan dia harus mengalami hal itu ?”.

Perasaan kesalku padanya kini berubah menjadi kasihan dan khawatir. Setiap usai kuliah, kusempatkan untuk datang menjenguknya. Aku mendapatinya sering menangis sendirian. Entah itu karena tidak ada yang menjaganya atau karena penyakit yang diderita.

Beberapa hari di rumah sakit, Nina memintaku keluar setiap kali aku masuk. Aku pun mendatanginya di rumah, tapi dia tidak pernah mau keluar menemuiku dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Aku tidak menyerah begitu saja, kucoba menelpon Nina dan berharap dia mau bicara denganku.
Namun, dia tetap tidak mau mengangkat telpon dariku,

lalu kukirimkan SMS padanya agar dia mau menjadi pacarku,

tetapi tidak ada balasan malah HP-nya dinonaktifkan semalaman.

Keesokan harinya aku nekat datang ke rumahnya untuk meminta maaf atas kelancanganku. Ternyata ia akan berangkat ke Makasar, ke kampung orang tuanya. Karena orang tuanya tak dapat mengantarnya, aku pun menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi Nina lebih memilih naik taksi dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain. Sebelum naik ke mobil, dia menitipkan kertas untukku kepada mamanya.

Alangkah hancur hatiku ketika membaca sebait kalimat yang berbunyi,

“Maaf saat ini aku hanya ingin berkonsentrasi kuliah.”

Hatiku remuk dan aku pulang dengan perasaan kesal sekali. Ini pertama kalinya aku ingin pacaran, tapi ditolak. Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan hubungan seperti pacaran itu karena begitu banyak dampak negatifnya, sampai ada yang rela bunuh diri karena ditinggalkan kekasihnya –na’udzubillahi min dzalik.

Namun entah mengapa ketika aku melihat Nina hatiku pun tergoda untuk menjalin hubungan itu. Sejak perpisahan itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya sampai gelar sarjana aku raih. Lalu aku pun bekerja di perusahaan milik keluargaku sebagai satu-satunya ahli waris. Melihat ketekunanku dalam bekerja, papa Nina ,menyukaiku hingga hubungan kami menjadi akrab dan

kuutarakanlah maksudku bahwa aku menyukai Nina, anaknya, dan ternyata papa Nina setuju untuk menjadikanku sebagai menantunya.

24 Oktober 2006, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, aku dan orang tuaku bersilaturahmi ke rumah keluarga Nina dengan maksud untuk membicarakan perjodohan antara aku dan Nina. Tapi pada saat itu Nina baru dirawat di rumah sakit sejak bulan Ramadhan.

Saat kutemui, Nina terlihat sangat pucat, lemah, dan senyumannya seakan menghilang dari bibirnya. Hari itu orang tua kami resmi menjodohkan kami. Bahkan aku diminta untuk menjaganya karena orang tuanya akan berangkat ke luar negeri. Tetapi Nina tidak pernah mau meladeniku.

Suatu hari aku mendapati Nina terlihat kesakitan, terlihat darah keluar dari hidung dan mulutnya. Aku bermaksud untuk membantu mengusap darah dan keringat yang ada di wajahnya, tetapi secara spontan dia menamparku pada saat aku menyentuh wajahnya.

Betapa kaget diriku dibuatnya, aku tidak menyangka sama sekali Nina akan manamparku.

Sungguh betapa istiqomahnya dia dalam menjaga kehormatan untuk tidak disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Saat itu aku belum mengetahui tentang masalah ini dalam agama.

Kejadian tersebut secara tak sengaja terlihat mama Nina maka Nina pun dimarahi habis-habisan hingga sebuah tamparan mendarat di pipinya. Kulihat Nina segera melepas infusnya dan berlari menuju kamar mandi. Nina pun mengurung diri di kamar mandi tersebut. Dengan terpaksa kami mendobrak pintu kamar mandi dan kami dapati Nina tergeletak di lantai tak sadarkan diri karena terlalu banyak darah yang keluar.

Setelah sadar, aku berusaha bicara dan meminta maaf kepadanya atas kejadian tadi, namun Nina terus-terusan menangis. Aku pun bertambah bingung apa yang mesti aku lakukan untuk menenangkannya.

Tanpa pikir panjang aku memeluknya, tapi Nina malah mendorongku dengan keras dan berlari keluar dari kamar menuju taman. Ketika kudekati Nina berteriak hingga menjadikan orang-orang memukulku karena menyangka aku mengganggu Nina. Karena itulah, Nina semalaman tidur di taman dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Setelah waktu subuh menjelang kulihat Nina beranjak untuk melaksanakan shalat shubuh di masjid, aku pun turut shalat. Namun setelah shalat, tiba-tiba Nina menghilang entah kemana.

Aku mencarinya berkeliling rumah sakit tersebut. Dan lama berselang kulihat banyak kerumunan orang dan ternyata Nina sudah tak sadarkan diri tergeletak dengan HP berada di sampingnya, sepertinya dia bosan telah berbicara dengan seseorang. Keadaan Nina saat itu sangat kritis sehingga pernafasannya harus dibantu dengan oksigen. Kata dokter, paru-paru Nina basah yang mungkin diakibatkan semalaman tidur di taman.

Nina tak kunjung juga sadar. Dengan perasaan khawatir dan bingung aku berdoa dengan menatap wajahnya yang pucat pasi…

Tiba-tiba ada sebuah SMS yang masuk ke HP Nina, tanpa sadar aku pun membaca dan membalas SMS tersebut. Aku juga membuka beberapa SMS yang masuk ke HP-nya dan aku sangat terharu dengan isinya, tenyata banyak sekali orang yang menyayanginya.

Di antaranya adalah orang yang bernama Ukhti. Dulu sebelum aku mengetahui Ukhti adalah panggilan untuk saudari perempuan, aku sempat cemburu dibuatnya. Aku mengira Ukhti itu adalah pacar Nina yang menjadi alasan dia menolakku.

Setelah Nina tersadar dari pingsannya, aku menunjukkan SMS yang dikirimkan saudari-saudarinya dan dia sangat marah ketika tahu aku sudah membaca dan membalas SMS dari saudari-saudarinya. Dia pun akhirnya melarangku untuk memegang HP-nya apalagi mengangkat atau menghubungi saudari-saudarinya.


Namun, tetap saja aku sering ber-SMS-an dengan saudari-saudarinya untuk mengetahui kenapa sikap Nina begini dan begitu. Dari sinilah aku mendapat sebuah jawaban bahwa Nina tidak mau bersentuhan apalagi berduaan denganku karena aku bukan mahramnya dan Nina menolak untuk berpacaran serta bertunangan denganku karena di dalam Islam tidak ada hal-hal seperti itu dan hal itu merupakan kebiasaan orang-orang non Muslim.

.Aku tahu juga Nina mencari seorang ikhwan yang mencintai karena Alloh bukan atss dasar hawa nafsu. Akhirnya aku tahu kan sikap Nina selama ini semata-mata dia hanya ingin menjalankan syariat Islam secara benar.

Hari berlalu dan aku terus belajar sedikit demi sedikit tentang Islam dari Nina dan saudari-saudarinya, terutama dalam melaksanakan shalat lima waktu tepat pada waktunya.

Saat itu aku merasakan ketenangan dan ketentraman selama menjalankannya dan menimbulkan perasaan rindu kepada Alloh untuk senantiasa beribadah kepada-Nya..

Niatku pun muncul untuk segera menikahi Nina agar tidak terjadi fitnah, namun kondisi Nina semakin memburuk. Dia selalu mengigau memanggil saudari-saudarinya yang dicintainya karena Alloh…..

Melihat hal itu, aku membawanya ke kota Makassar, kampung mama kandung Nina untuk mempertemukannya dengan saudari-saudarinya, Qadarulloh (atas kehendak Alloh), aku tidak berhasil mempertemukan mereka. Yang ada kondisi Nina semakin parah dan penyakitku juga tiba-tiba kambuh sehingga aku pun haus dirawat di rumah sakit. Orang tua Nina datang dan membawanya kembali ke kota Makassar tanpa sepengetahuanku karena pada saat itu aku juga diopname.

Di kota Makassar, Nina diawasi dengan ketat oleh papanya, karena papa Nina kurang suka dengan akhwat, apalagi yang bercadar. Rumah sakit dan rumah yang ditempati Nina dirahasiakan. Dan Nina pun tak tahu di manakah ia berada.

Karena kondisinya masih lemah, diapun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia kadang dibius, apalagi ketika akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yag satunya agar tidak tahu di mana keberadaaannya, karena papanya tidak ingin ada akhwat yang menjenguk Nina. Sampai HPnya pun diambil dari Nina.

Namun, karena Nina masih mempunyai HP yang ia sembunyian dari papanya, sehingga beberapa kali Nina berusaha kabur untuk menemui saudari-saudarinya, akhirnya Nina dikurung di dalam kamar. Mendengar hal itu, aku langsung menyusul Nina ke Makassar dan aku sempat bicara dengannya dari balik pintu. Nina menyuruhku untuk menemui seorang ustadz di sebuah masjid di kota itu. Dari pertemuanku dengan ustadz tersebut aku pun diajak ta’lim beberapa hari dan aku menginap di sana.

Papa Nina menyangka Nina telah mengusirku sehingga ia pun dimarahi. Setibanya di rumah, aku jelaskan duduk perkaranya kepada papa Nina, bahwa ia tidak bersalah dan aku mengatakan agar pernikahan kami dipercepat.

Hari Kamis, 24 November 2006. Kami melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Acara tersebut Cuma dihadiri oleh orangtua kami beserta dua orang rekanan papa. Setelah akad nikah aku langsung mengantar ustadz sekalian shalat dhuhur.

Betapa senangnya hatiku, akkhirnya aku bisa merasakan cinta yang tulus karena Alloh. Semoga kami bisa membentuk keluarga sakinah mawaddah, wa rahmah dan senantiasa dalam ketaatan kepada Alloh…..Itulah doaku saat itu..

Sepulang dari mengantar ustadz, perasaan bahagia itu seakan buyar mendapati Nina yang baru saja menjadi istriku tergeletak di lantai, dari hidung dan mulutnya kembali berlumuran darah. Dan tangannya terlihat ada goresan. Kami langsung membawanya ke rumah sakit, diperjalanan, kondisi Nina terlihat sangat lemah.

Terdengar suaranya memanggilku dan berkata agar aku harus tetap di jalan yang diridhai-Nya sambil memegang erat tanganku dengan tulus, air mataku tak tertahankan melihat keadaan Nina yang terus berdzikir sambil menangis…..
Dia juga selalu menanyakan saudari-saudarinya dimana ?

Setibanya di rumah sakit, aku bertanya-tanya kenapa tangan Nina tergores.

Aku pun menulis SMS kepada saudari-saudari Nina. Ternyata, tangan Nina tergores ketika hendak menemui saudari-saudainya dengan keluar dari kamar. Karena pintu kamar terkunci, Nina ingin keluar melalui jendela sehingga menyebabkan tangannya tergores.

Nina tak kunjung sadar hingga larut malam, aku pun tertidur dan tidak menyadari kalau Nina bangkit dari tempat tidurnya. Dia ingin sekali menemui saudari-saudarinya dan dia tidak menyadari kalau hari telah larut malam.

Dia Cuma berkata, “Pengin ketemu saudariku karena sudah tak ada waktu lagi.”

Berhubung Nina masih lemah, dia pun jatuh pingsan setelah bebrapa saat melangkah.

Aku benar-benar kaget dan bingung mau memanggil dokter tapi tidak ada yang menemani Nina. Akhirnya, aku menghubungi salah seorang saudarinya untuk menemani. Setelah aku dan dokter tiba, Nina sudah tidak bernafas dan bergerak lagi. Pertahananku runtuh dan hancurlah harapanku melihat Nina tidak lagi berdaya….

Dokter menyuruhku keluar. Pada saat itu kukira Nina telah tiada, makanya aku segera menulis SMS kepada saudari Nina untuk memberitahu bahwa Nina telah tiada. Namun begitu dokter keluar, masya Alloh !

Denyut jantung Nina kembali beredetak dan ia dinyatakan koma. Aku hendak memberi kabar kepada saudari Nina tapi baterai HP-ku habis dan tiba-tiba penyakitku pun kambuh lagi sehingga aku harus diinfus juga…..

Jam 11.30, perasaanku mengatakan Nina memangilku, maka aku segera bangkit dari tempat tidur dan melepas infus dari tanganku menuju kamar Nina.

Kutatap wajah Nina bersamaan dengan kumandang adzan shalat Jum’at. Sembari menjawab adzan, aku terus menatap wajah Nina berharap dia akan membuka matanya.

Begitu lafadz laa ilaaha illallah, suara mesin pendeteksi jantung berbunyi, menandakan bahwa Nina telah tiada.

Aku berteriak memanggil dokter, tapi qadarulloh istriku sayang telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini. Nina langsung dimandikan dan dishalatkan selepas shalat Jum’at, lalu diterbangkan ke rumah papanya di Malaysia.

Untuk terakhir kalinya kubuka kain putih yang menutupi wajah Nina. Wajahnya terlihat berseri…..

Aku harus merelakan semua ini, aku harus kuat dan menerima takdir-Nya. Teringat kata-kata Nina, “Berdoalah jika memang Alloh memanggilku lebih awal dengan doa, :
“Ya Alloh, berilah kesabaran dan pahala dari musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik.”.

Setelah pemakaman, aku langsung balik ke Jakarta karena kondisiku yang kurang stabil…Astaghfirullah !!! aku lupa memberitahu saudari-saudari Nina. Mungkin karena aku terlalu larut dalam kesedihan, hingga secara spontanitas aku menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa Nina benar-benar talah tiada. Aku tahu pasti, mereka pasti sedih dengan kepergian saudari mereka yang mereka cintai karena Alloh. Dari ketiga saudari Nina, ada seorang yang tidak percaya dan sepertinya dia sangat membenciku. Entah, mengapa sikapnya seperti itu ?

Sekiranya mereka tahu, bahwa sebelum kepergiannya, Nina selalu memanggil nama mereka, tentulah mereka semakin sedih. Dalam HP Nina terlihat banyak SMS yang menunjukkan betapa indahnya ukhuwah dengan saudari-saudarinya. Semoga saudari-saudari Nina memaafkan kesalahannya dan kesalahan diriku pribadi.

“Salam sayang dari Nina tu kakak Rini, Sakinah, dan Aisyah serta akhwat di Makassar. 
Teruslah berjuang menegakkan dakwah ilallah. Syukran atas perhatian kalian….”

*****

Tak beberapa lama setelah kisah ini dimuat di Media Muslim Muda Elfata, redaksi Elfata menerima SMS dari seorang ukhti, saudari Nina.

Isi SMS tersebut adalah, “Afwan , mungkin perlu Elfata sampaikan kepada pembaca mengenai kisah ‘Akhirnya Cintaku Berlabuh karena Alloh’ di mana Kak Nina telah meninggal dan kini Kak Adhit pun telah tiada. Kurang lebih 2 pekan (Kak Adhit –red) dirawat di rumah sakit karena penyakit pada paru-parunya. Sebelum sempat dioperasi, maut telah menjemputnya.

Ana menyampaikan hal ini karena masih banyak yang mengirim salam, memberi dukungan ke Kak Adhit yang kubaca di Elfata dan beberapa orang yang kutemui di jalan juga selalu bertanya, Kak Adhit bagaimana ? Ana salah satu ukhti dalam cerita tersebut…Syukran.”

PERCIK RENUNGAN

Subhanalloh ! Kisah Adhit dan Nina di atas dapat kita jadikan sebuah cermin untuk berkaca. Renungkanlah keteguhan Nina untuk tak meladeni tawaran cinta asmara yang tak terselimuti indahnya syariat. Padahal Nina adalah seorang yang sedang membutuhkan dukungan, pertolongan, dan sandaran bahu tempat menangis.

Nina berprinsip, meski dalam situasi sesulit apapun, 
kemurnian syariat tetap harus dijaga dan diamalkan.

Gelombang kesulitan tak harus menjadikan kita surut dalam berkonsisten dengan syariat ini. Bahkan bisa jadi kesulitan demi kesulitan yang kita alami menjadi parameter seberapa jauh kita telah mengamalkan ajaran agama ini.

Di lain sisi, ketidaktahuan seseorang akan syariat ini seringkali menjadikan pelakunya bertindak tanpa adanya rambu-rambu yang telah dicanangkan agama..

Namun, bisa jadi ketidaktahuan akan syariat ini menjadi titik awal seseorang merasakan indahnya agama dan manisnya iman sebagaimana yang terjadi pada Adhit, ikhwan yang menceritakan kisahnya ini. Semoga Alloh merahmati mereka, menerima ruh mereka berdua dan menjadikan mereka berdua termasuk hamba-hamba-Nya yang shalih yang dijanjikan surga-Nya. Amiin.

Sumber:
Kumpulan KISAH NYATA UNGGULAN Majalah ELFATA ‘Seindah Cinta ketika Berlabuh’, 2008, FAtaMeDia

Share By:
http://www.uhibbukumfillah.co.cc
https://biruawan.wordpress.com/kisah-kisah/kisah-nyata-seindah-cinta-ketika-berlabuh/
http://mysweetladyluck.blogspot.com/2016/02/seindah-cinta-ketika-berlabuh-kisah.html


Read More »

Saudi Arabia Gelar Latihan Militer 20 Negara: Sebuah "Pesan" Bagi Dunia Internasional, Mantab !

Bismillah. Kerajaan Saudi Arabia menyambut kedatangan devile pasukan tentara dari 20 Negara yang tergabung dalam Latihan Militer bersama yang diprakarsai oleh Saudi Arabia.

Latihan Militer yang dinamakan "Ra'ad Al-Shamal"  atau Guntur Utara (Northern Thunder) dilaksanakan di King Khaled Military City di Hafr Al-Batin, Riyadh bagian Utara.



Diikuti oleh 20 negara terdiri dari Negara koalisi Arab, brothers and friends, yaitu :

Arab Saudi, UEA (United Emirat Arab), Jordan, Bahrain, Senegal, Sudan, Kuwait, Maldives, Morocco, Pakistan, Chad, Tunisia, Comoros, Djibouti, Oman, Qatar, Egypt (Mesir), Mauritania, Mautitius, Malaysia.


Latihan Militer yang dinamakan "Ra'ad Al-Shamal"  ini merupakan "terbesar dan penting" di sepanjang sejarah yang diikuti oleh tentara pilihan dari masing-masing Negara yang bergabung. 

Termasuk penggunaan peralatan perang dan senjata canggih modern antara lain jet-jet tempur, berbagai model dengan tingkat ketangguhan yang tinggi.  Juga artileri dalam jumlah besar, tank, infanteri, pasukan pertahanan udara, kekuatan armada laut.


Latihan (Perang) Militer Bersama ini sekaligus merupakan "pesan" bahwa Saudi Arabia beserta brothers and friends negara2 yang bergabung, menyatakan sikapnya dengan tegas untuk bersama-sama dalam satu kesatuan menghadapi segala tantangan yang membahayakan integritas dan keamanan Negara, mempertahankan kedamaian  baik regional maupun dunia.


Penasehat Militer Brigadir Jenderal Ahmed H Asiri dalam keterangannya pada jumpa pers awal Februari 2016 ini [Al Ekhbaria TV] menegaskan bahwa kehadiran perwakilan Saudi Arabia pada pertemuan Menteri Pertahanan berskala Internasional merupakan dukungan nyata. 

SIAP mengirimkan pasukan darat untuk bertempur memberantas terorisme. Siap masuk ke Suriah segera setelah Koalisi Pertahanan Internasional memberikan "lampu hijau"..


"… mbak, sepertinya sedang "menghangat" apa yaaa .. Saya lihat iring-iringan tentara militer Qatar  tidak seperti biasanya, bergerak … " pesan di hapeku dari Ummu Abdullah, WNI di Qatar.

" … oh, mungkin persiapan ke Riyadh, bergabung dengan negara2 lainnya .. " jawabku.

" … Allahu Akbar .. " kami pun bersama saling bertakbir.

Melihat manuver-nya di tv, kereenn, ada serem2nya, ikutan semangat.
Nonton di tipi lebih seruuu ,.. ! 
Selamat … Malaysia ! 
Mabruk, Negara tetangga Indonesia ini ikut ambil bagian dan bergabung dengan negara2 muslim lainnya.

Setelah membentuk Koalisi Negara Muslim di bidang pertahanan yang diikuti oleh 34 negara, kini Saudi mengadakan Latihan Gabungan Militer. Langkah yang ditempuh Saudia Arabia ini sekaligus membantah tuduhan miring bahwa Saudi adalah gudangnya teroris.

Saudi Arabia sangat concern dalam pemberantasan terorisme. Termasuk di dalam lingkup negeri Saudi sendiri. Masih ingat belum lama ini, awal Januri 2016 Pemerintah Saudi Arabia telah mengekseskusi mati 47 teroris. Sudah saya posting.

Ya Allah, jadikanlah Para Pemimpin di seluruh negeri, orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi seluruh rakyat.

Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam.

Ditulis di Riyadh, ibukota KSA Kingdom Saudi Arabia.
@Winter, cold…by Mysweet Ladyluck.

Seperti yang diberitakan di :          
TV : Al Ekhbaria, AL Hadath, Al Arabiya, Saudi
News : SPA Saudi Press Agency. 


Read More »

Pengalaman Jualan Coklat Valentine Buatan Sendiri Laris Manis : Sebuah Titik Balik

Pas menjelang hari Valentin, 14 Februari, makin banyak yang pesen coklat. Rasa pegel nglembur hingga larut malam, terbayar saat pelanggan ceria memilih aneka coklat daganganku.

Setiap bulan Februari supermarket langganan saya di Bandung ini memajang aneka coklat yang ditata apik di booth khusus. Selalu saja ramai dikerubuti pembeli.

Kuberanikan diri untuk menawarkan homemade coklat buatan sendiri … belum beruntung, manajemen minta persyaratan antara lain Surat Perijinan atas usaha pembuatan coklat yang saya lakukan.

coklat
my homemade chocolate ...

Saya tak dapat memenuhinya. … Ditolak.,, ! dhuh ...

Tak putus asa, saat itu sedang semangat banget praktek bikin coklat. Tantangan saya adalah menarik konsumen untuk membelinya, sebagai tolok ukur bahwa coklat buatanku layak dibeli. Sebelumnya hanya diberikan sebagai gift aja alias gratisan … lalu ada yang memesannya. Semangat makin tergenjot lagi.

Pilihan tertuju pada sebuah sekolah SMU di kota Bandung. Sayapun survey ke sana … di depan seberang sekolah ada deretan kios dan koperasi sekolah … siiiip. Saya berikan contoh gratis untuk dicicipi. Ternyata coklatku disukai, beberapa sudah mulai ada yang pesan. Makin semangat dah.

Puncaknya semakin deket Hari Valentine, makin laris manis dagangan coklatku.

Ada yang minta dituliskan "nama khusus" untuk diberikan kepada orang yang disayanginya. 
Ada yang minta bentuk khusus. Ada juga yang minta extra plus bunga.

Ayo silakan dipilih :

Ada coklat yg isinya kacang almond, rasa mint, blueberry.
Ada yang bentuk "lope', bentuk mawar, bentuk bibir.
Ada yang bentuk coklat box dengan di- isi boneka2 imut dari coklat.

cocholate
Aneka kreasi coklat jualanku Yu-Lady ... 

Hingga suatu hari … ada telepon pelanggan yang memesan Coklat Valentine,
Jawabku : Maaf  .. Minggu ini libur enggak bikin coklat Valentin lagi. 
Silakan pesan lagi Minggu depan.


Plong rasanya ...
akhirnnya dapat menentukan sikap terhadap diri sendiri yang sebelumnya terasa membelenggu relung hati .  Allah akan ganti dengan rizki lain yang lebih baik, Insya Allah.

Alhamdulilah Allah menuntunku mengetahui Hakekat Perayaan Valentine … 

Kini, :

1. Saya tidak (lagi) ikut merayakannya, atau menghadirinya.

2. Saya tidak (lagi) menjual bingkisan (pernak-pernik) bertema Hari Kasih Sayang, misalnya coklat, bunga mawar merah, kartu ucapan selamat, atau lainnya. 

3. Tidak juga memberikan ucapan selamat Hari Kasih Sayang.

Diantara dalilnya adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :                        
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.   
.(HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Ya Allah..., bagaimana dengan jualanku yang lalu..?
Ampuni hamba atas ketidakpahaman ini. Ya Rabb aku mohonkan petunjukMU.

coklat
 Coklat dan Qahwa kopi arabi, klop dah, Silakan ...


Mari sini… Selalu ada sukulat di hatiku
I Love Chocolate … 



Read More »

Salju Arab Saudi Bikin Heboh.,Percaya ? Ini Pengalaman Saya

Bismillah. Kembali dunia maya dihujani berita heboh salju yang turun di Arab Saudi. Seperti tahun yang lalu juga tahun-tahun sebelumnya, selalu saja bertebaran subur berita bombastis terkait salju di Arab.

Salju Arab Saudi Bikin Heboh.,Percaya ?

Ini Pengalaman Saya

salju di arab saudi
Berwisata ke daerah Salju.
pic from Saudi Gazette, 28 Januari 2016.
Snow on the sahara

Saudi Arabia adalah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Wilayahnya sebagian besar terdiri dari "gurun", padang pasir. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata "gurun" berarti padang luas yang tandus, padang pasir. Bangsa Arab menyebut padang pasir dengan "sahara" الصحراء

Saudi Arabia saat ini sedang winter, dinginnya terasa menusuk tulang. Suhu ngedrop turun drastic hingga 2 derajat Celcius. Bahkan keesokan harinya turun lagi mencapai 1 derajat C.

Rabu malam ada pemberitahuan dari Pemerintah Saudi di TV Al Ekhbaria bahwa sekolah (di daerah sekitar Tabuk) diliburkan dikarenakan cuaca ekstrim, gelombang badai salju sedang melanda.

Demi keamanan pemerintah meliburkan sekolah di wilayah tersebut pada hari Kamis 29 Januari 2016. Penduduk diingatkan agar berhati-hati dalam berkendara , mengatur kecepatan, tidak ngebut, agar terhindar dari kendaraan yang slip karena kondisi jalan yang menjadi licin.

winter riyadh arab saudi
 2 derajat Celcius, 30 Januari 2016. Riyadh, ibukota Saudi Arabia
Keesokan harinya turun hingga 1 derajat C.
Dokumen pribadi.

Juru Bicara Badan Meteorologi dan Lingkungan mengatakan ada kemungkinan hujan salju di dataran tinggi di Haql disertai dengan gelombang badai salju dingin. Suhu akan turun ke tingkat sub-nol dengan gelombang dingin diperkirakan akan terus berlanjut sampai 3 hari ke depan.. [Al Arabiya, 28 Januari 2016].

Haql merupakan wilayah Saudi Arabia di sebelah utara Tabuk, dekat perbatasan Negara Yordania. Wilayah ini merupakan pegunungan, saat musim dingin suhu dapat mencapai minus di bawah nol, belum lagi hembusan badai salju dari Iraq, Syria, Libanon, Jordan, Israel, Palestina menjadikan wilayah Tabuk turun salju, setiap tahun.

Saya dapat fotonya dari kerabat, Saudian :

salju di arab saudi
salju di HAQL,, akhir Januari 2016

Di daerah ini menjadi tempat wisata bagi orang Saudi. Jauh2 sebelumnya saya pun ditawari/diajak oleh keluarga Saudian untuk touring wisata salju di sini. Seperti tahun kemarin keluarga ini pun sengaja berwisata jauh2 membelah padang pasir dari Ujung ke Ujung, yaitu dari Jizan (lihat Peta ada di ujung bawah, kiri, dekat perbatasan Negara Yemen) ke Tabuk (lihat Peta, ada di ujung atas, kiri, dekat perbatasan Negara Yordania).

Peta ada di bagian bawah tulisan ini.

Nyetir sendiri kendaraan pribadi menembus jarak sekitar 2.000 km an …. 

Orang Arab teaaa … bawa Camry dengan speed 80-120 km/jam, kondisi jalan yang datar lebar lurus … wusszzz…wuszzhhh… gak terasa. 

Ada yang sengaja nginep di tenda demi menikmati suasana salju gurun. Begitulah orang Arab menikmati salju di saat musim dingin mensyukuri nikmat Allah. Jangan khawatir hotel Bintang 5 pun ada.

Saya menolaknya … lhaaa dalem rumah aja udah ngethetherrr kedinginan, maunya deket-deket heater. 

Cukup lah saya menikmati foto2nya saja.

Heboh ?

Wong saben tahun berita seperti itu muncul, jadi enggak heboh bin enggak aneh lagi..., kan?
Mungkin yang nulis belum ngalamin sendiri atau bahkan belum pernah ke Arab Saudi ... ?
Efek baca berita yang bertebaran dengan bumbu kalimat yang bombastis yah?

Simak saja Judul Artikel yg lebay berikut ini bertebaran di internet :



Saya mah asyik ajah menikmati salju yang disiarkan di tipi, sambil ngeringkuk dalam selimut tebal.

Nampak hamparan salju dengan latar belakang "teko" tempat air minum khas Arab (Saudi).

snowfall
Hamparan salju, akhir Januari 2016. [Al Ekhbaria TV]

Di Saudi mengenal Winter (Musim Dingin) dan Summer (Musim Panas). Saat ini sedang musim dingin sejak Desember hingga Maret, insya Allah.

Sesudahnya akan berganti Musim Panas dimana suhu dapat mencapai 50 derajat Celcius. Padang gurun sahara akan kembali kering.

"Benarkah di Arab Saudi (sekitar Madinah) turun salju..?"

Seorang teman di Indonesia mengirimiku video yang dirilis 13 Januari 2016 (silakan cari di You tube sudah beredar), menggambarkan salju turun di sekitar Madinah, disebutkan nama daerahnya Al Fareh, di sepanjang jalan antara tersebut diselimuti butiran salju terhampar luas. Teman saya bertanya denga heran setengah tidak percaya.

Jawabku : mungkin terjadi.

Mari kita telaah sedikit. Madinah terletak di dataran tinggi, deretan pegunungan Heejaz, dapat dilihat di peta berada di bawah Tabuk. Saat ini sedang winter (musim dingin), jika kondisi kelembaban udara memenuhi, ya dapat terjadi turunnya salju, meski tidak turun tiap tahun, sesekali saja, ketebalan salju-nya tipis, (berupa butiran halus), tidak setebal dengan salju di Tabuk.





  
Mungkin bagi orang Indonesia yang belum pernah ke Saudi mengira Saudi Arabia adalah padang pasir gersang kering kerontang panasnya jahanam …melulu… yang jika membayangkannya saja udah serem ngeriiii dah.

Ataupun bagi yang pernah ke Saudi untuk menunaikan ibadah Haji maupun Umrah, mengunjungi Makkah, Madinah, Jeddah yang belum sempat merasakan dinginnya "sahara" saat musim dingin seperti sekarang ini. 
                                                                                             
snow arab saudi
Foto kiriman dari Saudian

Kondisi alam yang berbeda di wilayah Saudi lainnya missal di Abha yang terletak di Propinsi Asir, kalau di Peta letaknya di bawah, kiri. Abha merupakan daerah Puncak, udaranya dingin, kadang bersalju (tipis). 

Abha merupakan tempat wisata yang ramai dikunjungi dengan fasilitas pendukung wisata lainnya.

Tahun yang lalu saya berwisata ke tempat ini, ngalamin dinginnya Abha dengan butiran salju yang turun.

Sangat mungkin salju juga turun di Al Jouf, Hail, Al Qassim [Al Arabiya, 28 Januari 2016]
Semoga tulisan ini dapat mencerahkan …

Betul ada salju (di daerah tertentu) juga hamparan rumput hijau di saat Musin Dingin 
setiap tahun terjadi, sejak baheula (dulu).

Bagi yang tinggal maupun yang pernah mengalami di Saudi Arabia, hal ini tidak aneh. 

Bersyukur berdzikir : Masya Allah..tabarakallah, Alhamdulillah
Sungguh atas limpahan karunia Allah subhanahu wa ta'aala, wilayah padang pasir mengalami Musim Panas. Musim Dingin, hujan dan salju.  

Lalu jika musim dingin berakhir, datang Musim Panas dimana padang pasir kembali menjadi  kering kerontang, rumputpun mati tak tumbuh. Tetap bersyukur.

Mari siniiii .... menikmati "sejuk/dinginnya gurun pasir ". Datanglah di saat winter (musim dingin), bersiaplah dengan kostum yang pas (jacket, syal leher, tutup kepala, kaos kaki, dll)…

"Ahlan wa Sahlan ...",  Enjoy Winter On the Sahara

Ditulis di Riyadh, ibukota KSA Kingdom Saudi Arabia.
Winter, DInginnya menusuk tulang.
Mysweet Ladyluck.

Silakan yang mau explor berita, di sini :
1.   SPA Saudi Press Agency
2. Al Riyadh
3. Arabnews
4. Al Arabiya Classes suspended as cold wave grips Saudi northern borders akhir Januari 2016
5.Newsofbahrain : Schools shut down as Saudi shivers in snow akhir Januari 2016
6. Saudi Gazette
Link Video :
1. Snow fall in Tabuk akhir Januari 2016
2. Heavy Snow-fall in Saudi Arabia, akhir Januari 2016


Read More »
Copyright © * Mysweet Ladyluck. All rights reserved.