Siwak Sunnah yang Sering Dilakukan dan Dicintai Rosul.

Apa yang ada di benak anda tentang alam di negeri gurun? Padang pasir melulu ... ? 

Saya begitu penasaran dengan pepohonan yang banyak ditemui di gurun. Pohonnya rimbun, daunnya kecil-kecil, banyak dahan dan ranting, tingginya sekitar 2 meteran.
siwak arab
pohon al arak (siwak), lokasi Saudi Arabia .......  foto olehku.
Di hari lain, sepulang dari mesjid, majikan memberiku sebatang ranting/akar? Persis seperti ranting pohon yang kulihat dan bikinku ingin tahu. Di mesjid dekat tempat tinggalku selalu ada saja dermawan yang menyediakan kayu ini secara cuma-cuma, jamaah bebas mengambilnya. Kata majikan aku supaya menggunakannya, sebelum sholat atau kapanpun. Itu Sunnah Rosul.
Kugigit-gigit rasanya agak pedas, aromanya harum, semriwing seperti mint. Serat kayunya semakin digigit semakin lembut. Lalu aku hembuskan nafasku sambil menengadahkan telapak tangan di depan mulut .. haaahh… hmmm segeerr baunyaJ Anytime saya gunakan, praktis., kemanapun saya bawa, kapanpun saya dapat menggunakannya.

Batang kayu ini dipotong-potong kira-kira sepanjang pensil, diameter setengahnya, dapat juga dibeli harganya 1 riyal / batang (sekitar Rp. 3.000) 

Sahabat, sudah 'ngeh' apa namanya kayu/pohon tersebut?


Yaaa betul sekali : Siwak.

Nah pas banget saat mengikuti kajian  yg disiarkan langsung dari mesjid Nabawi di kota Madinah, Saudi Arabia, materinya menyangkut tentang Siwak. Berikut catatannya :


Apa itu siwak?
Siwak atau miswak (Arab:سواك) 
·    Siwak adalah nama akar atau ranting, kayu, pohon dengan nama latin Salvadora persica. Di Arab dikenal dengan pohon Al Arak. Di Negara lain ada yang menyebut 'chewing stick'. Ya memang kayu ini digunakannya dengan cara dikunyah, digigit.
·   Siwak digunakan untuk bersiwak (membersihkan mulut dan gigi). Yang terbaik dikatakan para ulama adalah pohon al-arak, namun pohon lainpun dapat digunakan asalkan memenuhi persyaratan : seratnya lembut, tidak keras sehingga tidak melukai mulut, tidak merusak email gigi, bersifat basah, dapat membersihkan, tidak berjatuhan saat digunakan.

siwak
siwak 

Bersiwak termasuk sunnah yang paling sering dilakukan oleh Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Siwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki faedah yang banyak baik bersifat keduniaan yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putihnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain,

maupun faedah yang bersifat akhirat, yaitu ittiba’ kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan mendapatkan keridhoan dari Allah.


Sebagaimana sabda Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:


 “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Rob”. (Hadits shohih riwayat Ahmad, irwaul golil no 66). (Syarhul mumti’ 1/120 dan taisir ‘alam 1/62)


Oleh karena itu Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam begitu bersemangat melakukannya dan sangat ingin agar umatnya pun melakukan sebagaimana yang dia lakukan, hingga beliau bersabda :


“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. (Hadits riwayat Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)

Dan yang lebih menunjukan akan besarnya perhatian beliau dengan siwak yaitu bahwasanya diakhir hayat beliau, beliau masih menyempatkan diri untuk bersiwak.


Oleh karena itu berkata sebagian ulama : “Telah sepakat para ulama bahwasanya bersiwak adalah sunnah muakkadah karena anjuran Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan kesenantiasaan beliau melakukannya dan kecintaan beliau serta ajakan beliau kepada siwak tersebut.” (fiqhul islami wa adillatuhu 1/300)

Bagaimana Hukumnya Bersiwak?
Bersiwak hukumnya sunnah, sangat dianjurkan dilakukan setiap waktu. 
Ini adalah pendapat mahzab jumhur para ulama.

Waktu bersiwak
Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak hanya bersiwak ketika akan sholat saja, bahkan beliau juga bersiwak dalam berbagai keadaan. Diantaranya,
ketika beliau masuk kedalam rumah…
Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata :”Aku bertanya kepada ‘Aisyah : “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah jika dia memasuki rumahnya ?” Beliau menjawab :”Bersiwak”. (Hadits riwayat Muslim, Irwaul Golil no. 72)
ketika bangun malam…
Dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu 'anhu, dia berkata : “Adalah Rosulullah jika bangun darimalam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”. (Hadits riwayat Bukhori)

Bersiwak dianjurkan setiap waktu

Bersiwak setiap waktu dengan niat melaksanakan sunnah Rosul,
walaupun gigi, mulut dalam keadaan bersih,
seperti bersiwak ketika hendak wudlu, ketika akan sholat..

Hendaknya bersiwak setiap waktu agar mulut tidak bau. Karena bau mulut akan mengganggu orang lain. Ini juga mengganggu malaikat.
Rasulullah bersabda :
Karena sesungguhnya para malaikat itu dia terganggu dengan apa-apa yang membuat anak Adam (manusia) terganggu. (HR Bukhari dan Muslim).

Bagaimana dengan Sikat Gigi yang kita kenal pada umumnya?
Bolehkah bersiwak menggunakan sikat gigi modern dan pasta gigi ?.

Sebagian ulama berpendapat tidaklah dikatakan bersiwak dengan sikat gigi adalah sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena siwak berbeda dengan sikat gigi. Siwak memiliki banyak kelebihan dibandingkan sikat gigi.


Namun pendapat yang benar bahwasanya jika tidak terdapat akar atau dahan pohon untuk bersiwak maka boleh kita bersiwak dengan menggunakan sikat gigi biasa karena illah (sebab) disyariatkannya siwak adalah untuk membersihkan gigi.


Bahkan Nabi  shallallahu 'alaihi wa sallam pernah besiwak dengan jarinya ketika berwudhu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali :
Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Beliau memasukkan jarinya (ke dalam mulutnya-pent) ketika berwudlu dan menggerak-gerakkannya.
(Hadits riwayat Ahmad dalam musnadnya 1/158. Berkata Al-Hafizh dalam talkhis 1/70 setelah beliau membawakan hadits-hadits tentang siwak dengan jari yaitu dari hadits Anas y dan Aisyah dan selain keduanya :”Dan hadits yang paling shohih tentang siwak dengan jari adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari hadits Ali bin Abi Tolib y”.) (Syarhul mumti’ 1/118-119)

Dan bersiwak dengan menggunakan akar atau dahan pohon adalah lebih baik dan lebih mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena memiliki faedah yang banyak dan bisa digunakan setiap saat serta bisa dibawa kemana-mana.

pohon al arak
pohon siwak .............. foto olehku.

Jadi aneh jika ada orang yang merasa tidak senang jika melihat orang yang bersiwak dengan akar atau dahan pohon, padahal tidak diragukan lagi akan kesunnahannya. Mereka memandang orang yang bersiwak dengan akar kayu dengan pandangan sinis atau pandangan mengejek. Mereka mengolok-olok yang tidak layak sampai-sampai mereka mengatakan orang yang bersiwak adalah orang yang jorok.

Semoga mereka tidak membenci sunnah yang sering dilakukan dan dicintai oleh Rosul Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bahkan ketika akhir hayat beliau.

Demikian, sudah tidak penasaran lagi dengan pohon yang banyak saya temui tumbuh di negeri gurun pasir ini. Jika ada kekurangan maupun kekeliruan, hanyalah ada pada saya.
Wallahu’alam bissahawab.

Sumber :
1.     Ustadz Firanda Andirja, Lc.,MA. Kajian Sabtu 7 Maret 2015, tausiyah radio streaming, bada maghrib langsung dari mesjid Nabawi di Kota Madinah, Saudi Arabia. 
2.    Ustadz Firanda Andirja, Lc.,MA dalam artikel  Siwak untuk Kebersihan Mulut dan keridloan Rabb.
3.    Ustadz Fauzan ST, MA, Kajian Jumat 13 Maret 2015, tentang Hal-hal yang berkaitan               dengan siwak. Disampaikan melalui grup WA, Bimbingan Islam.

ARTIKEL TERKAIT



2 comments

Sunnah Rasulullah banyak manfaatnya...Saya baru tau kandungan yang ada di siwak, ternyata manfaatnya sangat bagus sekali untuk membersihkan gigi dan membunuh bakteri yang ada di gigi... Terimakasih informasinya :D

Betul mas A Fazri. saya simpan siwak di saku baju, pede aja., lain halnya, bayangkan di saku baju yg nongol sikat gigi sama odol ...?? Dicoba mas siwak-nya. thx a lot yaaaa :)

Komentar baik Anda menambah semarak blog ini. Barakallahu fiikum.

Copyright © * Mysweet Ladyluck. All rights reserved.