Ubi Cilembu

ubi cilembuJika kita sedang berkendara di jalan tol 'cipularang' cikampek purwakarta padalarang, keluar kota Bandung, arah dari Bandung menuju Jakarta, beristirahat di rest area Km 62, saya biasa parkir di dekat RM Sederhana, dari kejauhan sudah terlihat "singkong panjang putih bergelantungan" di etalase kaca...ini dia
makanan terbuat dari ubi singkong yang difermentasi menjadi TAPE, rasanya manis dengan rasa sedikit alkohol sebagai hasil fermentasi membuat rasa segar.

Di sini juga dijual UBI CILEMBU, sejenis ubi jalar yang rasanya sungguh manis dan lembut yummy seperti mentega. Ubi mentah, dibersihkan, kemudian di "open" sehingga gula yang terkandung di dalamnya akan keluar, dan ubi menjadi lembut ...nyaaammmm manizzz sekali. Harga Rp. 8.000/kg. Bagi wisatawan yang tidak sempat berbelanja oleh-oleh di kota Bandung, di sinilah anda dapat berbelanja oleh-oleh seperti : brownies Amanda, kue Katikasari, oncom, manisan, dll...serta handicraft / barang2 kerajinan.



Read More »

Topeng Monyet

 TOPENG MONYET

Adalah nama sebuah seni pertunjukkan/permainan atraksi yang dilakukan oleh Monyet dengan diiringi tetabuhan (bedhug, gendherang, kecrek dll), dilakukan dengan berkeliling kampung. Di Jakarta sangat terkenal dan banyak dijumpai di perkampungan padat. Suara genderang dan kecrek ( alat bunyi-bunyian yang terbuat dari lempengan kaleng bekas, dibunyikan dengan cara dipukulkan ke telapak tangan atau digoyang, sehingga timbul bunyi ..crek...crek...crek...=kecrek) terdengar cukup keras di lingkungan padat di salah satu gang di Jakarta Timur.

Saya pun pernah tinggal di sini selama 5 tahun. 





topeng monyet
Atraksi TOPENG MONYET di salah satu gang, pemukiman padat
penduduk, Jakarta Timur ..... (dok. pribadi).


 Sesekali bunyi bedhug kecil...dhug..dhug...sebagai interval bunyi terdengar. Show Topeng Monyet dimulai..sang aktor mulai beraksi.. mengenakan kacamata hitam sambil----------basa selengkapnya

Read More »

Malang - BROMO mountain

subhanallah... gunung Bromo. (pic Teguh Setiyabudi)

 eksotika Gunung BROMO....
Perjalanan dimulai dari hotel 'villa TIDAR' di Malang, hotel bintang 3, tempat menginap yang sangat cozy, nuansa villa dengan view yang sangat indah, selasar dengan lampu artistik di dinding, kamar dengan balkon menghadap ke alam, udara yang sangat sejuk, menu makan khas 'nasi pecel' menambah nyaman untuk tinggal berlama-lama di villa ini. Aacchh...meski hanya sempat check in beberapa jam saja, karena harus check out jam 11 malam untuk perjalanan menuju gunung Bromo.

Kata BROMO berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti 'brahma' atau nama sang Dewa Utama (Hindu). Ketinggian gunung Bromo sekitar 2.392 m, suhu udara sekitar 5-20 derajat celcius, bahkan bisa mencapai 0 derajat atau bahkan minus. Pastinya saya sudah prepare dengan jaket, tutup kepala, syal leher, sarung tangan. Tapi jika tidak sempat membawa dari rumah, kita bisa membelinya di tempat sebelum menuju Bromo, banyak pedagang yang menjualnya, harga sekitar 10 ribu. Perjalanan dilanjutkan terlebih dahulu menuju gunung Pananjakan, kurang lebih 3 jam dari hotel. Sesampai di daerah Sukapura, kami berganti kendaraan dengan JEEP, ongkos 300 ribu, pulang pergi, isi 6 penumpang. Supir penduduk aseli Tengger dengan pakaian khas yaitu sarung yang dililtkan ke leher.

wooooyyy kondisi jalan yang menanjak, berliku, sangat membutuhkan ketrampilan berkendara. Pak Sopir dengan lincahnya memacu JEEP... eeiiittt... sesekali mesin mati, kemudian di stater kembali (istilahnya dikocok) ....sangat mendebarkan tapi sekaligus mengasyikkan. Akhirnya setelah 1 jam -am sampailah di Pananjakan. Malam itu lebih dari 30 JEEP sudah lebih dulu sampai dan parkir. Jangan lupa untuk mengingat 'plat nomor kendaraan JEEP yang kita kendarai' supaya tidak tersesat, karena untuk turun kembali kita harus menggunakan JEEP yang sama saat naik.

Begitu turun dari JEEP, di depan banyak dijumpai warung-warung yang menjual minuman hangat, baju hangat, dll, atau kita bisa menyewa jaket dengan ongkos rp 10 ribu. Mulailah dengan berjalan kaki menuju puncak pass Pananjakan, ditempuh sekitar 30 menit. Udara di sini sangat dingin. Banyak sekali wisatawan asing, bahkan saya melihat sepasang wisatawan asing dengan menggendong anak kecil yang masih balita, juga ada yang sudah 'sepuh' usia di atas 60 tahun ... semangat luar biasa! Sesampai di puncak Pananjakan ... 'subhanallah'...pemandangan luar biasa indahnya. Para wisatawan berkumpul di sini menunggu sang mentari terbit. hilang sudah segala perbedaan, yang ada hanyalah perasaan yang sama ...'takjub!'Di sinilah wisatawan dapat menikmati eksotika 'sun-rise' dengan sangat jelas, dan memandang ke sekitarnya tampaklah pemandangan alam yang begitu indah menakjubkan, karena Gunung Pananjakan adalah gunung tertinggi di kawasan ini. Sesekali para wisatawan bersorak begitu melihat matahari mulai 'nongol' ....dan suara 'hhhuuuuuuu' bersamaan saat matahari seolah-olah tertelan pleh awan.

Puas menikmati sun-rise kami segera kembali ke JEEP untuk melanjutkan perjalanan ke bawah, ke gunung Bromo. Kondisi jalan sangat membutuhkan ketrampilan dan konsentrasi penuh, menurun, berkelok,  Tibalah di daerah landai yang sangat indah ...hamparan lautan pasir yang sangat luas...Bagi suku Tengger yaitu penduduk aseli daerah ini, Gunung Bromo adalah gunung suci yang sangat penting. Setiap tahun suku Tengger mengadakan upacara Kasodo, suatu ritual sebagai rasa bersyukur kepada Tuhan. Upacara diadakan malam hari saat bulan purnama, yaitu tanggal 14, 15 di bulan ke-sepuluh ( Kasodo )..
Read More »
Copyright © * Mysweet Ladyluck. All rights reserved.